jenis batu alam
Artikel Batu Alam,  Jenis Batu Alam

7 Jenis Batu Alam Cirebon untuk Dinding Paling Populer

Jenis Batu Alam Berdasarkan Proses Pembentukannya

Apabila dilihat dari proses terbentuknya, terdapat banyak jenis batu alam yang ada di Indonesia. Jenis batu alam tersebut di antaranya adalah batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Salah satu daerah penghasil batu alam terbesar adalah Kabupaten Cirebon, khususnya di Kecamatan Palimanan. Beberapa jenis batu alam sedimen di antaranya meliputi batu alam palimanan, batu alam putih, batu alam putih cacing, batu alam cupang merah dan batu alam palem. Sedangkan untuk jenis batuan beku di antaranya batu alam andesit dan batu candi merah. Untuk batu andesit sendiri terbagi menjadi 2, yaitu batu andesit bintik dan batu andesit polos.

Sesuai dengan namanya, batuan sedimen terbentuk dari proses sedimentasi butiran-butiran pasir. Sedangkan batuan beku terbentuk karena adanya proses pendinginan lava yang keluar dari gunung berapi. Kedua jenis batu alam tersebut memiliki perbedaan pada masing-masing karakteristiknya. Batuan sedimen berkarakteristik padat namun agak lunak, sehingga lebih mudah dipahat. Sedangkan untuk batuan beku, cenderung berkarakteristik keras namun ada yang padat berpori-pori kecil seperti batu andesit, dan ada yang berpori-pori besar seperti batu candi.

baca juga : harga batu alam per meter persegi untuk dinding

Untuk mengetahui secara mendalam karakteristik dan jenis-jenis batu alam tersebut, di artikel ini kami akan membahas satu persatu jenis batu alam, khususnya jenis batu alam Cirebon. Dan jenis batu alam ini sangat tepat jika di aplikasikan pada dinding.

Beberapa Jenis Batu Alam Cirebon Produksi CV. Sinergi Stone

  1. Batu Andesit

jenis batu alam
Batu Andesit

Terdapat 2 jenis batu andesit Cirebon, yaitu batu andesit bintik dan batu andesit polos. Perbedaan keduanya hanya terletak dari corak fisiknya, namun karakteristiknya sama. Batu andesit merupakan jenis batu alam yang paling populer karena karakteristiknya yang keras, padat, dan tahan gores. Karena karakteristiknya tersebut, batu andesit sangat cocok untuk di aplikasikan pada eksterior, baik dinding luar rumah maupun dinding pagar. Warnanya yang abu-abu cenderung gelap, dapat menampilkan kesan elegan namun kokoh pada elemen yang menggunakannya.

  1. Batu Candi Merah

Jika masyarakat umumnya mengetahui bahwa batu candi berwarna abu kehitaman, maka tidak dengan warga Cirebon. Warga Cirebon memiliki kebanggaan tersendiri karena batu candi asli Cirebon berwarna merah hati, berbeda dengan batu candi lainnya. Meskipun secara tampilan fisik berbeda dengan batu candi lainnya, batu candi merah ini memiliki karateristik yang sama seperti batu candi hitam pada umumnya, yaitu keras dan berpori-pori besar.

Pori-pori besar yang dimiliki batu candi membuatnya mudah menyerap air sehingga memudahkan adanya pertumbuhan lumut yang dapat merusak tekstur batu. Namun hal tersebut bukanlah masalah karena dapat dibantu dengan pelapisan coating setelah pengaplikasian batu alam candi selesai.

  1. Batu Cupang Merah

Jenis batu alam ini termasuk ke dalam batuan sandstone yang cukup langka. Warna asli dari batu alam ini adalah merah muda yang membuatnya memiliki keindahan tersendiri apabila diaplikasikan pada dinding. Namun jika diberi cat pelapis/coating yang tepat, batu alam ini akan berubah warna menjadi merah. Batu cupang merah ini sangat cocok apabila diaplikasikan pada dinding bagian dalam rumah. Namun tidak sedikit masyarakat yang mengaplikasikannya pada dinding bagian luar rumah.

jenis batu alam
Batu Candi Merah & Batu Cupang Merah
  1. Batu Putih

Jika diperhatikan, batu putih memiliki tampilan yang mirip dengan batu paras Jogja. Hanya saja,  batu putih Cirebon berkarakteristik lebih kuat dan padat. Karena warnanya yang putih terang, jenis batu alam ini harus dirawat dengan rutin agar tampilannya tetap bersih dan indah alami.  Jenis batu alam ini sangat cocok jika ingin memunculkan kesan vintage atau Eropa klasik pada tampilan bangunan.

  1. Batu Putih Cacing

Jenis batu alam Cirebon berikut ini memiliki tekstur yang sama dengan batu alam putih, tetapi batu putih cacing bercorak hitam pada permukaannya. Batu putih cacing terbentuk karena adanya proses sedimentasi butiran-butiran pasir yang bermetamorfosis, sehingga terbentuklah corak hitam tersebut. Karena coraknya yang unik, batu putih cacing ini sangat cocok untuk memunculkan suasana yang lebih hidup dan berbeda pada dinding interior bangunan.

jenis batu alam
Batu Putih & Batu Putih Cacing
  1. Batu Palimanan

Sesuai dengan namanya, batu palimanan berasal dari Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon. Berdasarkan jenis dan warnanya, batu palimanan terbagi menjadi 3 yaitu batu palimanan kuning (cream palimo), batu palimanan putih (white palimo) dan batu palimanan emas (golden palimo). Jenis batu alam ini merupakan jenis batuan sedimen yang berkarakteristik agak lunak dan berpori-pori, serta memiliki serat pada permukaannya.

Batu palimanan cocok di aplikasikan pada dinding pagar, dinding rumah baik dalam maupun dinding luar, baik ruang keluarga, ruang tamu ataupun teras rumah. Namun untuk pengaplikasian di bagian luar rumah, sebaiknya dilapisi dengan coating agar tidak mudah berlumut.

  1. Batu Palem

Dari segi tekstur dan corak, batu palem hampir mirip dengan batu palimanan. Bahkan tidak jarang banyak masyarakat yang masih sulit untuk membedakannya. Tetapi jika dicermati, sebenarnya batu palimanan lebih dominan berwarna kuning, sedangkan batu palem lebih dominan berwarna kecoklatan. Jenis batu alam ini cocok diaplikasikan pada dinding teras maupun dinding interior rumah.

jenis batu alam
Batu Palimanan & Batu Palem

Untuk semua jenis batu alam yang ingin diaplikasikan pada eksterior, sebaiknya dilapisi dengan cat pelapis/coating batu alam untuk menjaga keindahan dan kealamian tekstur batu alam tersebut. Karena pengaplikasian pada eksterior rawan akan perubahan cuaca yang dapat membuat batu alam mudah ditumbuhi lumut ataupun jamur. Pertumbuhan lumut dapat terjadi karena paparan sinar matahari langsung, sedangkan jamur tumbuh karena tidak terkena sinar matahari, jadi pelapisan coating batu alam sangat disarankan.

Batu candi merupakan jenis batu alam yang paling mudah ditumbuhi lumut atau jamur karena memiliki pori-pori yang besar. Selain batu candi, batu palimanan dan batu paras jogja juga cenderung mudah ditumbuhi lumut. Pelapisan coating sebenarnya bukan hanya dapat mencegah kerusakan batu alam, tetapi juga untuk membuat tampilan batu alam menjadi lebih indah dipandang.

Kesimpulan

Hampir semua jenis batu alam dapat diaplikasikan pada setiap dinding rumah, baik interior, eksterior, maupun pagar. Jika melihat dari karakteristik masing-masing batu alam, jenis batuan sedimen sebaiknya digunakan pada dinding interior, dan jenis batuan beku digunakan pada dinding eksterior. Namun tentunya semua hal tersebut kembali pada selera masing-masing orang.

Demikianlah beberapa jenis batu alam Cirebon yang berkarakteristik keras dan padat. Semoga bermanfaat! 😉

===============================================================================

Artikel Terkait :

Cara Memilih Batu Alam yang Tepat

5 Jenis Batu Alam Untuk Pagar Terbaik, Keren & Modern!

Pemasangan Batu Alam Pada Dinding, Inilah 10 Langkah Jitu nya !!!

Perhatikan! Inilah Cara Coating Batu Alam yang Benar!!!

Model Batu Alam Untuk Dinding Terbaru (2019)

PABRIK BATU ALAM CV. SINERGI STONE

  • Pengrajin Dan Distributor Batu Alam Cirebon
  • Telp/WA : 0812-229-509-65 (simpati) & 0877-4445-4456 (XL)
  • Email : sinergistone65@gmail.com

Batu Andesit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *